28.1 C
Jakarta
Beranda blog Halaman 7

Agar Dana Miliaran Tak Timbulkan Masalah Hukum, “SDM” Desa di Brebes Harus Naik Kelas..!!

0

Beritaistana.com

BREBES. Jateng | – Anggota DPR RI Komisi XI, Abdul Fikri Faqih, menegaskan pentingnya kesiapan daerah, khususnya desa, dalam menyambut program nasional terkait riset dan inovasi.

Hal itu ia sampaikan dalam kegiatan Pelatihan Manajemen BUMDes dan Koperasi yang digelar Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Kabupaten Brebes, Sabtu (6/9/2025).

Menurut Fikri, pemerintah pusat telah memberikan perhatian besar terhadap penguatan ekonomi desa. Salah satunya melalui pidato Presiden pada 15 Agustus 2025 yang menekankan kebangkitan ekonomi tidak hanya di kota, tetapi juga di desa. Bahkan, skema pembiayaan dan pengalokasian dana desa sudah diatur dengan jelas.

Jangan sampai program nasional yang bagus kemudian tidak siap dijalankan di desa. Undang-Undang Desa sudah kuat, Dana Transfer ke Daerah dan Desa (TKDD) juga sudah jelas. Setiap desa rata-rata memiliki dana minimal satu miliar, tapi kalau tidak dikelola dengan baik justru bisa menimbulkan masalah hukum,” tegas Fikri yang juga politisi senior PKS itu.

Ia menyoroti masih banyaknya kasus aparat desa yang tersangkut hukum akibat salah kelola anggaran. Hal itu, menurutnya, menunjukkan perlunya peningkatan kapasitas SDM desa, khususnya dalam manajemen keuangan, akuntabilitas, serta tata kelola usaha desa.

BUMDes dan koperasi itu tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Harus ada kolaborasi, mulai dari strategi pemasaran, riset pasar, hingga penguatan kelembagaan. Itulah sebabnya pelatihan semacam ini penting untuk terus dilakukan, bahkan secara serial dan berkelanjutan,” beber dia.

Selain itu, Fikri yang juga anggota Badan Anggaran DPR RI menyinggung pentingnya peningkatan alokasi anggaran pendidikan dan kesehatan. Ia menyebut pagu anggaran nasional yang semula Rp 51 triliun kini naik menjadi Rp 55 triliun. Namun kebutuhan riil masih jauh lebih besar, antara Rp 14 hingga Rp 52 triliun tambahan.

“Presiden sudah berpesan, gaji, pendidikan, dan kesehatan tidak boleh dikurangi. Yang bisa disesuaikan hanya program-program pendukung seperti seminar atau studi banding. Jadi intinya, substansi pendidikan dan kesehatan harus dijamin negara,” jelas Fikri.

Ia pun berharap, program seperti pelatihan manajemen BUMDes dan koperasi ini tidak berhenti pada satu kali kegiatan. Ke depan, harus ada rangkaian lanjutan agar desa-desa benar-benar siap menjadi motor penggerak ekonomi rakyat.

“Kalau sekolah rakyat bisa didorong, koperasi merah putih diperkuat, dan BUMDes dikelola profesional, maka desa akan menjadi pusat kebangkitan ekonomi nasional,” pungkasnya.

Pewarta: Saryono (Kadok)

Post Views: 4.583

Bahas Informasi Penting, Kepala BIN Temui Presiden Prabowo di Istana

0

Beritaistana.com

JAKARTA | – Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Muhammad Herindra menghadap Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (4/9/2025). Herindra tiba sekitar pukul 13.00 WIB dengan mengenakan batik bernuansa cokelat.

Saat ditemui wartawan, Herindra mengungkapkan kedatangannya bertujuan menyampaikan informasi penting kepada Kepala Negara.

“Pokoknya saya akan menyampaikan informasi yang penting,” ujar Herindra singkat.

Meski begitu, ia enggan membeberkan secara rinci mengenai jenis informasi yang dibawa dalam pertemuan tersebut.

“Ya tentunya ada informasi yang harus saya sampaikan kepada presiden, itu saja,” tegasnya.

Selain itu, Herindra turut menyinggung kondisi nasional pasca aksi demonstrasi yang melibatkan pelajar, mahasiswa, hingga buruh dalam beberapa hari terakhir. Ia memastikan keadaan sudah kembali stabil.

“Insyaallah aman. Insyaallah aman,” pungkas Kepala BIN.

Pertemuan ini menandai koordinasi intensif antara lembaga intelijen dengan Presiden Prabowo, terutama dalam menjaga keamanan nasional dan memastikan situasi tetap kondusif. (Elang)

Post Views: 4.344

Kapuspen TNI Buka Penataran ” Intelijen ” Penerangan Terintegrasi Puspen TNI TA 2025

0

Beritaistana.com

JAKARTA | – Kapuspen TNI Mayjen TNI Kristomei Sianturi membuka secara resmi Penataran Penerangan Terintegrasi Puspen TNI TA 2025 yang diikuti para insan penerangan dari Dispen Angkatan antara lain para Kapendam, para Kadispen Kotama, para Kadispen Kodaeral dan para Kapen Lanud. Kegiatan ini berlangsung di Aula SBI Satkomlek TNI, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (25/8/2025).

Dalam sambutannya, Kapuspen TNI menekankan bahwa penataran ini merupakan upaya strategis untuk memperkuat kapasitas dan kompetensi personel penerangan TNI dalam menghadapi tantangan komunikasi publik, khususnya di era digital yang sarat dinamika opini dan arus informasi.

Lebih lanjut, Mayjen TNI Kristomei Sianturi menegaskan pentingnya kecepatan, ketepatan, serta kecermatan insan penerangan dalam menyikapi setiap peristiwa di satuan masing-masing. Menurutnya, seorang kepala penerangan harus mampu memilah dan menentukan informasi yang layak disampaikan kepada publik. “Ketika ada suatu permasalahan, kejadian di satuan masing-masing, segera minta laporan kronologisnya apa, sehingga kepala penerangan sudah bisa membaca mana yang harus disampaikan, mana yang tidak bisa disampaikan, apa alasannya sehingga kejadian terjadi,” jelasnya.

Kapuspen TNI juga menambahkan bahwa kegiatan ini telah dirancang dengan menghadirkan narasumber berkompeten dari internal TNI maupun instansi terkait, sehingga dapat menjadi ruang belajar dan bertukar pengalaman. “Jadi di sini, rekan-rekan sekalian akan diberikan pembekalan oleh yang memang kita anggap ahlinya, silahkan tanyakan sebanyak-banyaknya,” ujarnya.

Penataran Intelijen Penerangan Terintegrasi Puspen TNI TA 2025 ini dijadwalkan berlangsung selama sembilan hari dimulai pada tanggal 25 Agustus s.d. 4 September 2025 dengan rangkaian materi pembekalan, diskusi interaktif, serta praktik lapangan. Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir insan penerangan TNI yang semakin adaptif, profesional, dan siap menjawab tantangan komunikasi strategis di masa depan. (Elang 08)

Post Views: 4.530

Omong Kosong Muak ke Koruptor, Wamenaker Immanuel Ebenezer Kena OTT KPK, Jilat Ludah Sendiri.

0

Beritaistana.com

JAKARTA | – KPK menangkap Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer. Noel—sapaan akrabnya—ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK.
“Benar,” kata Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto saat dihubungi awak media Kamis (21/8/2025). Dia membenarkan kabar Noel ditangkap KPK.

OTT tersebut digelar KPK pada Rabu (20/8) malam. KPK belum menjelaskan kasus yang menjerat Noel. KPK memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status dari Noel,

Pernyataan Lawasnya Mengenai Koruptor Kembali Viral

Jejak digital Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer sebagai politisi langsung dikuliti netizen setelah terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Immanuel Ebenezer yang diduga melakukan pemerasan terhadap perusahaan yang mengurus sertifikasi K3, ternyata dulunya cukup “Banyak Omong” menyindir para politisi korup.

Pernyataan lawasnya yang mengaku muak dengan politisi korup ini, sekarang menjadi bumerang untuk dirinya sendiri.

Akun X @Yurissa_Samosir, salah satu yang mengunggah jejak digital Noel yang berapi-api menyuarakan kebenciannya terhadap korupsi dan politisi tua.

“Saya buka lagi jejak digital Immanuel Ebenezer alias Noel yang pernah bilang “Muak dengan Politisi Koruptor” dan ternyata dia sendiri yang ditangkap KPK,” cuitan akun X @Yurissa_Samosir, Kamis 21 Agustus 2025.

Dalam video yang kembali viral itu, Noel dengan lantang menyatakan muak terhadap para politisi senior yang korup, sambil memuji sosok Gibran Rakabuming Raka sebagai representasi anak muda yang ditakuti.

“Kita sudah muak dengan para politisi korup yang sudah tua ini. Masa pada takut kalah dengan mas Gibran,” kata Immanuel Ebenezer dilansir dari unggahan akun X @Yurissa_Samosir.

Baru 1 aja, sudah pada kesurupan politisi tua ini, sudah pada gila semuanya,” lanjutnya. Sembari mengelu elukan Gibran yang dia anggap sebagai tokoh muda,

Tak berhenti di situ, pernyataannya menjadi semakin ekstrem saat dirinya seolah mendoakan hal-hal buruk terjadi pada para politisi senior tersebut demi percepatan proses regenerasi politik di Indonesia.

“Makanya semoga 2024 nanti itu fase transisi untuk politisi tua untuk siap-siap ada yang ke kuburan atau sakit stroke dan sebagainya,” ujar Noel.

loyalis Jokowi ini pun menegaskan bahwa politisi tua hanya mewariskan masalah dan konflik, berbeda dengan anak muda yang membawa optimisme dan gagasan masa depan. Ucap nya ber api api, di saat memuja junjungan nya,

“Supaya proses regenerasi ini benar-benar ada. Kita sudah muak dengan cara pandang politisi tua. Karena, mereka hanya mewariskan persoalan,” kata Immanuel Ebenezer.

Kini, semua retorika anti-korupsi dan semangat regenerasi yang pernah ia gembar-gemborkan seolah runtuh seketika.

Penangkapan OTT dirinya oleh KPK atas dugaan pemerasan menjadi tamparan keras yang membuktikan bahwa pernyataannya di masa lalu ” Hanya Omong Kosong” kini ucapannya hanya menjadi bahan cemoohan publik, bahkan banyak kata-kata “Satir” di dunia maya di yang Mengenai Politisi Yang masuk kubur, dan terkena Stroke sekarang tertuju padanya, seakan Perkataan yang pernah ia ucapkan benar benar berbalik padanya, (Elang08)

Post Views : 5.379

Oknum Dosen UGM “Ditahan Kejati Jateng, di Diduga’ Terlibat Korupsi..!!

0

Beritaistana.com

Yogyakarta| -Seorang dosen UGM berinisial HU ditahan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah (Jateng) karena diduga terlibat korupsi pengadaan fiktif kakao atau biji cokelat. Kasus tersebut menyebabkan kerugian negara hingga Rp7,4 miliar.

Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jateng, Lukas Alexander, menyebutkan HU adalah Direktur Pengembangan Usaha dan Inkubasi pada Direktorat Pengembangan Usaha dan Inkubasi UGM. Dilihat dari situs Direktorat Pengembangan Usaha UGM, jabatan Direktur diemban oleh Dr Hargo Utomo, M.B.A yang menjabat sejak 2012 hingga sekarang.

“Perkara dugaan tindak Pidana Korupsi Pengadaan Biji Kakao antara Pengembangan Usaha dan Inkubasi (PUI) Universitas Gadjah Mada dengan PT Pagilaran untuk Cocoa Teaching dan Learning Industry (CTLI) Universitas Gadjah Mada Tahun 2019, dia dosen” kata Lukas di kantor Kejati Jateng, Jalan Pahlawan, Semarang, Rabu 13 Agustus 2025

Dijelaskan Lukas, penahanan HU sesuai Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah Nomor 03/ M.3/ Fd.2/ 01/ 2025 tanggal 4 Februari 2025 jo Surat Penetapan Tersangka Nomor : B-6617/M.3/Fd.2/08/2025 tanggal 13 Agustus 2025. “Dilakukan penahanan 20 hari di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Semarang,” ujar Lukas.

Lebih lanjut, Lukas memaparkan, pencairan atas kontrak pengadaan biji kakao diajukan PT. Pagilaran ke PUI CTLI UGM. Adapun dokumen yang digunakan, Lukas menjelaskan, tidak benar pun tidak ada pengiriman biji cokelat ke CTLI UGM

“Selanjutnya tersangka HU selaku Direktur PUI UGM tanpa melakukan pengecekan dokumen biji kakao menyetujui dan memproses Surat Perintah Pembayaran tanggal 23 Desember 2019 terhadap pengajuan pembayaran sejumlah Rp 7,4 miliar atas kontrak pengadaan biji kakao dari PT Pagilaran tersebut,” jelasnya.

Sebelumnya telah ada dua tersangka lain di kasus tersebut. Adapun dua tersangka tersebut yakni RG sebagai mantan Direktur Utama PT Pagilaran dan anak buah HU berinisial HY sebagai Kasubdit Inkubasi PUI UGM. “Ini adalah tersangka ketiga,” tegasnya.

Dalam kasus ini tersangka HU dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (Red)

Post Views : 4.276

Pemkot Tangsel Gelar Upacara HUT RI – 80 Benyamin : ” Kemerdekaan Jadi Energi Membangun Bangsa “

0

Beritaistana.com

Serpong Utara | – Pemerintah Kota Tangerang Selatan menggelar upacara pengibaran bendera merah putih dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Batalyon Kavaleri 9, Kecamatan Serpong Utara, Minggu (17/8/2025). Upacara berlangsung khidmat dengan diikuti oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Tangsel, Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, Polri, pelajar, serta organisasi masyarakat.

Bertindak sebagai inspektur upacara, Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menegaskan pentingnya memaknai kemerdekaan sebagai energi untuk terus membangun bangsa, sesuai dengan tema yang diangkat yaitu “Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”. “ Tentunya tema ini bukan sekedar slogan belaka, namun mencerminkan arah perjuangan bersama dalam membangun bangsa.

Kita semua memiliki kewajiban untuk mewujudkan hal ini sesuai dengan peran dan kedudukan kita masing-masing,” ujar Benyamin dalam amanatnya. Ia menambahkan, tema ini diharapkan menjadi penyemangat untuk kita bersama membangun bangsa yang kuat secara kedaulatan dan mampu berdaya saing di tingkat global, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Benyamin juga memaparkan capaian pembangunan Kota Tangsel, di antaranya peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang pada 2024 mencapai angka 84,16, naik dari tahun sebelumnya sebesar 83,57.

Capaian ini dinilai sebagai bukti peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui sektor kesehatan, pendidikan, dan ekonomi.“ Semangat kebersamaan dan kerja bersama adalah modal sosial yang sangat penting untuk menjawab tantangan pembangunan daerah,” tegasnya. Benyamin menegaskan bahwa proklamasi 17 Agustus 1945 adalah tonggak bersejarah yang menandai lahirnya Indonesia sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat.

Ia mengingatkan bahwa kemerdekaan diraih dengan pengorbanan besar para pahlawan. Mengakhiri sambutannya, Benyamin mengajak seluruh warga Tangsel untuk terus berkontribusi sesuai peran masing-masing. “Mari kita semua, sebagai penerus perjuangan para pahlawan, terus berkarya dengan semangat pantang menyerah, kebersamaan, dan keikhlasan. Dirgahayu Republik Indonesia, jayalah bangsaku, jayalah negeriku,” tutupnya. ( Toni )

Post Views: 2.946

Kapolres Metro Tangerang Kota Ajak Warga Jaga Persatuan di HUT RI ke-80

0

Berita istana.com

Kota Tangerang |– Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Dr. R.M. Jauhari, S.H., S.I.K., M.Si bersama jajaran menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Dalam momentum bersejarah ini,
ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan, menghormati jasa para pahlawan, serta membangun bangsa menuju Indonesia yang lebih maju dan sejahtera.

“Selamat Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, 17 Agustus 1945 – 17 Agustus 2025. Dengan semangat kemerdekaan mari kita terus menjaga persatuan dan kesatuan, menghormati perjuangan para pahlawan, dan bersama-sama membangun bangsa ini menjadi lebih baik,” ujar Jauhari.
Ia menegaskan, semangat kemerdekaan tidak hanya diperingati setiap tanggal 17 Agustus, melainkan harus terus dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari. “Merdeka, Merdeka!” tegasnya.

HUT ke-80 RI tahun ini mengusung semangat Mari Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju yang diharapkan menjadi penguat dalam perjalanan bangsa menuju masa depan.
( Toni )

Post Views: 2.815

KPK Geledah Rumah Gus Yaqut Terkait Korupsi Kuota Haji.

0

Beritaistana.com

JAKARTA | – Komis Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan terhadap rumah mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut, pada Jumat (15/8/2025). Penggeledahan ini terkait penyidikan kasus dugaan korupsi kuota haji.

“Tim juga melakukan penggeledahan di rumah saudara YCQ yang berlokasi di daerah Jakarta Timur,” kata juru bicara KPK, Budi Prasetyo, kepada wartawan.

Budi belum mengungkap apa saja barang yang disita dari penggeledahan tersebut. Sebab, menurut dia, proses penggeledahan masih berlangsung.

“Masih berlangsung nanti kami sampaikan update-nya terkait apa saja yang diamankan,” ungkapnya.

Di sisi lain, Budi menjelaskan hari ini penyidik juga menggeledah satu rumah milik seorang ASN Kemenag di kawasan Depok, Jawa Barat. Dari sana disita sebuah mobil.

Budi menjelaskan, penggeledahan ini dilakukan dalam rangka pencarian alat bukti untuk membuat terang perkara ini.

“Tentu penyidik dalam penggeledahan ini adalah untuk mencari petunjuk untuk mencari bukti-bukti yang dibutuhkan dalam proses penyidikan terkait dengan perkara ini,” jelas Budi.

Belum ada penjelasan dari Yaqut mengenai penggeledahan tersebut.

Saat ini, KPK memang tengah melakukan penyidikan terkait perkara kuota haji 2024. Perkara ini berawal saat Presiden Jokowi pada 2023 silam bertemu dengan Pemerintah Arab Saudi dan mendapat 20 ribu kuota tambahan haji.

Diduga ada pembagian kuota yang tidak sesuai dengan aturan. Seharusnya pembagian kuota itu seharusnya 92% untuk haji reguler dan 8% untuk haji khusus. Namun, yang terjadi, kuota dibagi 50%-50%.

Dari hasil penghitungan sementara, kerugian negara yang disebabkan kasus ini mencapai lebih dari Rp 1 triliun.

Kerugian itu timbul akibat perubahan jumlah kuota haji reguler menjadi khusus. Hal itu menyebabkan dana haji yang seharusnya bisa didapat negara dari jemaah haji reguler, malah mengalir ke pihak travel swasta.

KPK juga telah mencegah 3 orang bepergian ke luar negeri. Mereka adalah eks Menag Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut; mantan stafsus Menag, Ishfah Abidal Aziz; dan bos travel Maktour, Fuad Hasan Masyhur.

Yaqut melalui juru bicaranya, Anna Hasbie, menyatakan menghormati dan akan mengikuti proses hukum.

Selain itu, KPK juga telah menggeledah sejumlah lokasi mulai dari rumah Ishfah Abidal Aziz, kantor Kementerian Agama, hingga kantor travel Maktour.

Dari sana turut diamankan barang bukti berupa satu unit mobil, beberapa aset properti, dokumen, hingga barang bukti elektronik. (Red)

Post Views : 3.817

Istana dan DPR Wanti-wanti Pejabat, “Berkaca dari Bupati Pati Sudewo, di Demo Warganya, Mundur..?

0

Beritaistana.com

JAKARTA | – Kebijakan kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, memicu gejolak sosial besar pada Rabu (13/8/2025).

Kenaikan hingga 250 persen yang ditetapkan Bupati Pati, Sudewo, mengundang penolakan keras warga.

Aksi protes pun meledak di depan Kantor Bupati, menjadi sorotan nasional, dan menjadi pelajaran penting bagi kepala daerah di seluruh Indonesia.

Meski Sudewo akhirnya membatalkan kebijakan tersebut, massa tak lantas membubarkan diri. Tuntutan agar sang bupati mundur tetap menggema di jalanan.

Kehadiran Bupati Picu Kemarahan Warga

Situasi semakin panas saat Bupati Sudewo muncul di tengah kerumunan massa untuk mendengar langsung aspirasi mereka.

Alih-alih meredam emosi, kehadirannya justru memicu kemarahan, ditandai dengan lemparan sandal dan botol plastik ke arahnya.

Kericuhan membesar hingga berujung pembakaran sebuah mobil. Hingga mengharuskan Aparat kepolisian turun tangan membubarkan massa,

Istana Ingatkan Pejabat Publik Tidak Arogan

Menteri Sekretaris Negara sekaligus Juru Bicara Presiden, Prasetyo Hadi, menegaskan bahwa peristiwa di Pati menjadi pengingat bagi semua pejabat publik untuk bijak dalam membuat dan menyampaikan kebijakan.

Berkali-kali pemerintah pusat mengimbau, baik pejabat di pusat, provinsi, maupun daerah, agar berhati-hati dalam menyampaikan kebijakan yang berdampak pada masyarakat,” kata Prasetyo di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, dikutip dari Antara.

Menurutnya, kemampuan komunikasi publik menjadi kunci. Kebijakan yang dianggap memberatkan, apalagi disampaikan dengan cara arogan, berpotensi memicu gejolak sosial.

Ia menambahkan, Presiden Prabowo Subianto memantau langsung situasi di Pati dan menyayangkan terjadinya kericuhan.

“Kami sudah berkomunikasi dengan Bupati Pati, juga dengan Gubernur Jawa Tengah. Semoga segera ditemukan jalan keluar terbaik,” ujarnya.

DPR Dorong Kepala Daerah Gali PAD Secara Kreatif

Sementara itu Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Bahtra Banong, melihat kejadian di Pati sebagai peringatan bahwa kepala daerah perlu mencari sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan cara kreatif tanpa membebani rakyat.

Jangan sampai target PAD dicapai dengan menaikkan pajak berkali-kali lipat,” kata Bahtra.

Ia mencontohkan, potensi PAD bisa dioptimalkan melalui kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) atau pengembangan sektor pariwisata.

Menurutnya, Komisi II DPR juga rutin mendorong Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk membina pemerintah daerah dalam menemukan sumber pendapatan yang inovatif.

Bahtra mengungkapkan, banyak daerah yang mengandalkan dana transfer dari pemerintah pusat, bahkan mencapai 60–70 persen dari total anggaran.

“Daerah-daerah yang kuat fiskalnya hanya 11 provinsi dari 38 provinsi yang ada,” katanya.

Karena itu, ia meminta kepala daerah memutar otak agar PAD meningkat tanpa membuat rakyat menjerit.

“Nah itulah mungkin yang menjadi alasan sehingga kepala daerah harus berpikir keras,” tuturnya.

Bisakah Bupati Pati Sudewo Langsung Dicopot?

Pakar Hukum Tata Negara Universitas Andalas, Feri Amsari, menilai kasus ini tak hanya soal protes pajak. Menurutnya, kebijakan Bupati Sudewo sudah menyentuh ranah pelanggaran sumpah jabatan.

Dalam undang-undang, kepala daerah bisa diberhentikan karena beberapa alasan, salah satunya jika melanggar sumpah dan janji jabatan atau gagal melaksanakan tugas dengan baik.

“Ketika kepala daerah menaikkan pajak tanpa mempertimbangkan kondisi sosial, apalagi tidak mengakomodasi aspirasi publik, itu bisa dikategorikan melanggar sumpah jabatan,” jelas Feri dalam program Sapa Indonesia Pagi Kompas TV, Rabu (13/8/2025).

Feri menambahkan, seorang kepala daerah memiliki kewajiban menjaga ketertiban masyarakat.

Namun dalam kasus ini, kebijakan Sudewo justru memicu keresahan dan memanaskan situasi.

Berdasarkan Pasal 77-79 UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, yang berwenang menilai dan memberhentikan kepala daerah adalah DPRD dan Menteri Dalam Negeri.

Feri menjelaskan, proses di DPRD biasanya memakan waktu karena harus melalui sidang paripurna dan pembahasan panjang mengenai alasan pemberhentian.

Namun Mendagri memiliki ruang untuk bertindak lebih cepat, terutama jika terdapat bukti kuat atau desakan publik yang konsisten.

“Keputusan ini tetap sangat politis. Tapi jika tekanan publik terus berlanjut, peluang pencopotan kepala daerah akan semakin besar,” ujar Feri.

Di konstruksi Pasal 77, 78. 79 UU Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah, yang bisa melakukan itu (memutuskan kepala atau wakil kepala daerah melanggar sumpah) tentu saja DPRD dan Menteri Dalam Negeri.”

“Dan dalam berbagai konteks bahkan Menteri Dalam Negeri bisa memberhentikan langsung. Misalnya dia terbukti melakukan korupsi dan lain-lain. Nah konstruksinya jadi sangat luas. Tapi sekali lagi itu akan sangat ditentukan oleh politik, kekuatan publik pasti diperhitungkan, kemudian apalagi keberlanjutan aksi, ketidaknyamanan publik.”

“Maka Menteri Dalam Negeri atau DPRD, demi keberlanjutan pemerintahan daerah ya memang akan melakukan upaya-upaya pemberhentian. Hanya kalau di DPRD itu akan cukup panjang, karena harus paripurna dulu dan memastikan apa alasan-alasan sang bupati harus diberhentikan,” pungkasnya.
(Iqbal elang08)

Post Views: 5.941

Demo di Pati Memanas, “Hingga Siang Hari Bupati Sudewo” Ngumpet” Masa Bergerak ke Gedung DPRD..

0

Beritaistana.com

PATI | – Aksi demo besar-besaran di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, hari ini, Rabu (13/8/2025), semakin memanas.

Hingga siang hari, Bupati Sudewo tak kunjung menemui ribuan massa yang berkumpul di depan Pendopo Kabupaten Pati.

Hal ini memicu amarah peserta aksi, yang akhirnya memperluas area demo hingga ke Kantor DPRD Kabupaten Pati.

Sejak pagi hari, massa dari berbagai kecamatan dan daerah telah memadati kawasan Alun-Alun Simpang Lima Pati.

Mereka datang dengan berbagai atribut, termasuk spanduk tuntutan, bendera merah putih, dan replika keranda mayat sebagai simbol protes.

Berbagai orasi dilantunkan, namun desakan agar Bupati Sudewo keluar menemui mereka tak kunjung membuahkan hasil.

Tidak adanya respon dari Bupati Sudewo membuat sebagian massa memutuskan untuk bergerak.

Sekitar pukul 10.20 WIB, iring-iringan massa yang dipimpin oleh satu unit truk komando bergerak menuju Kantor DPRD Kabupaten Pati.

Setibanya di Kantor DPRD, massa langsung mendesak anggota dewan untuk keluar menemui mereka.

Mereka menuntut agar DPRD segera menggelar rapat paripurna untuk membahas persoalan yang dibawa oleh rakyat.

Kami ingin DPRD berdiri di sisi rakyat, bukan hanya menjadi penonton,” teriak salah satu orator dari atas truk komando.

Teriakan dan desakan agar Bupati Sudewo mundur juga kembali menggema di depan gedung wakil rakyat tersebut.

Massa menegaskan bahwa mereka tidak akan berhenti sampai tuntutan mereka mendapat respon yang nyata.

Aksi ini merupakan puncak dari kemarahan warga Pati atas pernyataan kontroversial Bupati Sudewo yang menantang para pendemo dan kebijakan kenaikan PBB 250% yang sempat dicanangkan.

Meskipun kenaikan PBB telah dibatalkan, warga menganggap ucapan dan sikap Bupati telah melukai kepercayaan publik, sehingga tuntutan kini berfokus pada mundurnya Sudewo dari jabatan. (Elang08)

Post Views: 5.871