26.6 C
Jakarta
BerandaBeritaIndependensi: Inti dari Jurnalisme, Catatan: Mahmud Marhaba (Ketum DPP PJS, Ahli Pers...

Independensi: Inti dari Jurnalisme, Catatan: Mahmud Marhaba (Ketum DPP PJS, Ahli Pers Dewan Pers)

Beritaistana.com

JAKARTA | – INDEPENDENSI bukan hanya sekadar istilah etis yang tercantum dalam Kode Etik Jurnalistik Pasal 1, tetapi merupakan fondasi yang sangat penting bagi eksistensi pers. Tanpa adanya independensi, arah jurnalisme akan hilang, dan berita berpotensi berubah menjadi alat untuk kepentingan tertentu.

Dalam Kode Etik Jurnalistik ditegaskan bahwa jurnalis di Indonesia harus bersifat independen, menghasilkan berita yang tepat, seimbang, dan tidak berniat buruk. Istilah “independen” sering kali disalahartikan. Menjadi independen bukan berarti bersikap netral dan tanpa pandangan, apalagi sampai memusuhi narasumber. Maksud independensi di sini adalah mempertahankan kebebasan berpikir dan bertindak tanpa tekanan dari kekuasaan, pengusaha, kepentingan politik, bisnis, atau kepentingan pribadi. Termasuk bagaimana wartawan dan media tidak bisa diintervensi oleh bos, owner atau pemilik media.

Seorang jurnalis harus mendengarkan semua pihak, tetapi tidak boleh menjadi alat dari pihak manapun. Komunikasi dapat dibangun, tetapi hubungan kepentingan harus tetap terpisah. Setiap informasi harus diuji, dan setiap klaim wajib diverifikasi. Di sinilah independensi menunjukkan keberadaannya.

Independensi sangat penting karena tanpanya, akurasi berita bisa dengan mudah diabaikan dan keberimbangan hanya akan menjadi simbol semata. Ketika berita tidak bersifat independen, kepercayaan dari publik akan hilang. Jika kepercayaan ini musnah, restorasi bagi media akan sangat sulit.

Tanggung jawab untuk menjaga independensi tidak hanya terletak pada jurnalis, tetapi juga pada redaktur dan pemimpin redaksi. Wartawan menolak campur tangan dan imbalan tersembunyi, redaktur memastikan berita sesuai dengan etika, dan pemimpin redaksi menjadi pelindung prinsip-prinsip editorial.

Independensi juga berfungsi sebagai perlindungan. Wartawan yang independen memiliki kekuatan moral dan hak hukum yang dijamin oleh UU Pers. Sebaliknya, keberpihakan yang didasarkan pada kepentingan justru akan melemahkan posisi etika dan hukum jurnalis.

Menjadi jurnalis independen mungkin tidak selalu menyenangkan. Namun, integritas adalah satu-satunya aset yang tidak akan merugikan pemilihnya. Karena pada akhirnya, independensi adalah napas dari pers—tanpanya, berita akan menjadi suara tanpa makna.

Redaksi

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!