BERITAISTANA.IDPT. BERITA ISTANA NEGARA

Pelaksanaan Proyek DAK SMP Tidak Mengindahkan K3 dan Juga Teknis Pembesian Diduga Menyimpang

 

Berita istana Ngawi, tahun 2021 proyek dana alokasi khusus atau DAK yang digelontorkan untuk sekolah menengah pertama atau SMP sudah dimulai pengerjaanya,dan dilaksanakan secara kontraktual atau dikerjakan oleh rekanan pelaksana alias pemborong.

Namun sayang hasil temuan lapangan dibeberapa lokasi SMP, ada dugaan penyimpangan, mulai tidak melakukan keselamatan dan kesehatan kerja atau K3,dan tidak memakai alat pelindung diri ( APD).

Seperti contoh yang di SMPN 2 Widodaren kecamatan Widodaren Ngawi jawa-timur ini, tertera di papan proyek DAK untuk rehabilitasi senilai Rp. 1.252.593.301.18. dan dikerjakan oleh CV.

Arahman jaya dengan konsultan perencana dan pengawas CV. Graha citra selaras.

Jelas – jelas hampir semua pekerja tidak melaksanakan K3 dan tidak memakai APD, terbukti semua tidak bermasker, tidak memakai helm kepala, sarung-tangan, rompi, dan tidak ada yang memakai sepatu bot.

Jekri konsultan pengawas dan perencana disitu ketika dikonfirmasi wartawan berita istana terlihat enggan berkomentar, ” itu yang bekerja diatas semua memakai, ujarnya singkat. Namun ternyata pekerja yang bekerja memasang baja ringan pada atap juga terlihat tidak memakai APD sama sekali alias sikonsultan tadi berbohong.

Pun pada item pembesian ditemukan dugaan penyimpangan seperti penyambungan pembesian yang tidak ditekuk, dan pengelasan penuambungan atap pada baja ringan terlihat dilas tanpa ada plat, yang demikian jelas kekuatan tidak maksimal dan bila ada beban genting dan air hujan bisa patah.

Ketika ditanya terkait hal tersebut si Jekri bilang memang belum dilaksanakan, ” ada kok sertifikat keahlian tukang baja ringan dari pabrik, ” kelitnya sambil berlalu tanpa menunjukan salinan sertifikasi.

Setali tiga uang pengerjaan DAK di SMPN 3 ngrambe senilai 2,037 M, yang dikerjakan oleh Cv. Khurnia bakti, pekerja tidak melaksanakan K3, juga tidak memakai APD, pekerjaan pemasangan gavalum penyambungan juga langsung dilas ujung dengan ujung tanpa ada plat, akankan gedung untuk bernaung anak bangsa ini mengalami nasip sama dengan gedung SDN Ngacar pitu atau gedung TK di wilayah Paron yang beberapa waktu lalu roboh ketika sedang KBM, siapa nanti yang bertanggung -jawab ketika jatuh korban pada anak didik? ( Budi).

Biro Pers Jakarta, Media, dan Informasi Sekretariat PT. Berita Istana Negara Website: https://www.beritaistana.id / https://www.beritaistana.com YouTube: https://youtu.be/0s5aUejNHpo
Biro Pers Jakarta, Media, dan Informasi Sekretariat PT. Berita Istana Negara
Website: https://www.beritaistana.id / https://www.beritaistana.com
YouTube: https://youtu.be/0s5aUejNHpo

 

Related Articles

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Back to top button