BERITAISTANA.IDPT. BERITA ISTANA NEGARA

Mensos Ngamuk di Jember, Reclasseering Indonesia Juga Akan Kumpulkan Data Dugaan Penyelewengan Bansos di 3 Kecamatan di Kabupaten Malang

Menyewakan Audio Sound System’ & Multimedia “ARW GROUP” Alamat : Dukuh Rejosari RT 003/00 Desa Gilirejo Baru, Kec. Miri, Kab. Sragen Prov Jateng. Hp. 0852-5751-5757

Malang – (beritaistana.id); Menteri Sosial, Tri Rismaharini melaksanakan kunjungan kerja ke Kabupaten Jember, Jawa Timur pada Sabtu (28/08/2021) lalu.

Dalam kunjungannya, Bu Risma melakukan evaluasi adanya ribuan bantuan sosial yang belum terdistribusikan ke keluarga penerima manfaat.

Dalam kesempatan tersebut, Bu Risma memberikan peringatan dan teguran keras kepada bank penyalur Bansos di Jember, supaya ada transparansi data dari pihak Perbankan dan Kemensos.

Sehingga diketahui, letak persoalan ada di titik mana terkait belum terdistribusinya Bansos dari Kemensos.

“Saya beri peringatan keras, ini harus diselesaikan. Datanya juga harus dibuka. Kalau tidak, nanti selalu Kemensos yang salah, dikira tidak becus bekerja,” ujarnya dalam nada tegas dan tinggi.

Hadir mendampingi Mensos, Bupati Jember, Hendy Siswanto, Anggota Komisi VIII DPR RI, Umar Bashor, Dirjen Linjamsos, Pepen Nazaruddin, Dirjen PFM, Asep Sasa, Sekretaris Linjamsos, Roben Rico dan Staf Khusus Menteri Sosial.

“Itu tinggi sekali (data warga yang belum menerima bantuan). Kemarin di Bandung, saya dapati data, ada 5 ribu yang belum disalurkan, saya pikir itu sudah tinggi sekali. Ini di Jember malah 8 ribu totalnya. Tolong diperbaiki ya,” ujar Bu Risma dengan nada tinggi.

Bu Risma menganggap, sistem birokrasi di bank tersebut telah menghambat, bahkan sengaja mengulur pencairan.

Padahal, pemerintah melalui Kemensos sudah bekerja keras agar dana bisa masuk ke perbankan sesuai jadwal, persisnya pada akhir Maret lalu.

Lambatnya penyaluran bantuan oleh bank tersebut, dinilai berbahaya.

Sebab, jika sampai beberapa minggu ke depan bantuan belum juga dicairkan oleh bank BUMN tersebut, maka bantuan akan hangus.

Bu Risma menganggap, tindakan bank tersebut sengaja menyusahkan rakyat kecil yang sudah terdampak pandemi.

Di sisi lain, pemerintah kerap menerima keluhan atau tudingan tentang warga miskin yang terdampak pandemi namun belum juga tersentuh bantuan.

“Saya tiap hari baca di media, orang fakir miskin yang tidak tersentuh bantuan. Padahal pagunya ada. Kita terus yang disalahkan. Padahal, tidak semua orang di Kemensos itu pencuri,” tegas Bu Risma.

Usai rapat, Bu Risma menolak diwawancarai, alasannya bergegas menuju ke Lumajang Jawa Timur untuk agenda yang sama.

Tim Reclasseering Indonesia dan media beritaistana.id yang pada saat itu juga sedang berada di lokasi, mengaku akan mengungkap dugaan penyelewengan bansos di Kabupaten Malang yang tempatnya masih dirahasiakan. (eko s)

Biro Pers Jakarta, Media, dan Informasi Sekretariat PT. Berita Istana Negara Website: https://www.beritaistana.id / https://www.beritaistana.com YouTube: https://youtu.be/0s5aUejNHpo
Biro Pers Jakarta, Media, dan Informasi Sekretariat PT. Berita Istana Negara
Website: https://www.beritaistana.id / https://www.beritaistana.com
YouTube: https://youtu.be/0s5aUejNHpo

Related Articles

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Back to top button