BERITAISTANA.ID

Loyalis PSHT Berbondong Bondong Datangi Polres Pertanyakan Kasus Penganiayaan yang Menimpa Anggotanya

Berita Istana Ngawi, – Jumat 22/10/20 sekitar pukul 09.00 Wib, ratusan loyalis organisasi pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate mendatangi POLRES Ngawi untuk mempertanyakan dugaan kasus penganiayaan yang menimpa 2 orang anggotanya pada Sabtu 17/10/20 .

Perwakilan loyalis sejumlah 6 orang yang dipimpin oleh Edi Muslim diberikan kesempatan untuk masuk gedung Polres dan melakukan dialog dengan pihak Kepolisian Resort Ngawi.

Dalam forum tersebut Kapolres Ngawi AKPB. Dicky Ario Yustisianto, S. IK. SH. diwakili oleh Kasat Reskrim AKP Agung dan Kasat Intel AKP.Marwanto. Pada pertemuan itu Edi Muslim cs meminta agar kepolisian bertindak tegas dan memproses pelaku seadil-adilnya.

Kasat Reskrim Polres Ngawi Akp. Agung baju putih, menunjukan ke 2 tersangka setelah gelar perkara..

Perwakilan massa juga mendesak pihak POLRES bisa menjamin dan menunjukan Bahwa tersangka sudah ditahan dan menjalani proses peradilan yang sebenar-benarnya.

Kasat Reskrim Agung menjelaskan bahwa pihak kepolisian tetap akan bertindak tegas pada kasus tersebut dengan bukti sudah memeriksa saksi-saksi, melakukan gelar perkara, dan menahan 2 terdangka inisial Ag dan Y, ” tidak usah khawatir kita sudah tangani dengan baik, percayakan saja pada pihak polisi , tersangka kita kenai pasal 351 dengan ancaman lebih dari 5 tahun, sedang untuk anak yang dibawah umur ada UU tersendiri tentu UU perlindungan anak, ” jelas AKP agung.

Sementara Sabto salah satu loyalis PSHT dari Kedungalar mengaku bahwa kedatanganya bersama dulur-dulur ke Polres Ngawi secara spontanitas murni karena rasa persaudaraan yang kuat, ” tidak ada yang mengomando juga tidak ada yang mengkordinir, bagi kami ini merupakan panggilan jiwa pada sedulur yang teraniaya, tentunya kami akan mengawal kasus ini sampai tuntas,” ungkapnya dengan jelas.

Informasi yang berhasil dikumpulkan oleh awak media Berita istana, sekilas kronologinya yaitu, sabtu 17/10/20 sekitar pukul 00.15 tengah malam korban a.n. Dicky miftahul anwar 16 th asal desa Wonokerto kecamatan Kedunggalar, dan Bhakti agung mardika 15 th alamat sama, sehabis latihan pencak silat membeli gorengan di angkringan di Wonerejo, ketika naik motor perjalanan pulang melewati jalan bekas urugan, sehingga mengurangi gigi dan mengerem tiba-tiba, dari situ gas motor tersendal dan berbunyi agak keras, yang dibonceng merasa kaget dan spontanitas mengumpat, rupanya dipinggir jalan jelek tersebut lagi ada sejumplah anak muda nongkrong dan merasa mengumpatinya, sehingga memburu Diky dan Agung, sesampai diperenpatan Sumberagung desa Jatigembol keduanya dipepet diberhentikan dan terjadilah tindakan dugaan penganiayaan tersebut berupa pemukulan dan tendangan oleh oknun Ag,Y, dengan dikerumuni teman-temanya.

Massa aksi membubarkan diri setelah perwakilan Edi muslim cs menemui mereka dipintu gerbang Polres dan menjelaskan bahwa pihak kepolisian menindaklanjuti kasus tersebut dengan serius dan telah menangkap dan menahan 2 orang tersangka penganiaya yaitu Ag dan y. (Bd)

Related Articles

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Back to top button