BERITAISTANA.ID

Kuat Dugaan Pekerjaan Proyek TPA Salatiga Sudah Dikondisikan

Kuat Dugaan Pekerjaan Proyek TPA Salatiga Sudah Dikondisikan

Minggu 27 September 2020 Oleh Tim Berita Istana Jateng

SALATIGA, -Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengembangkan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Ngronggo, Kota Salatiga, Provinsi Jawa Tengah dari semula menggunakan sistem penimbunan sampah terbuka (open dumping) menjadi sistem sanitary landfill. Pengerjaan TPA dengan sistem sanitary landfill ini akan meminimalisir dampak pencemaran, baik air, tanah, maupun udara sehingga lebih ramah lingkungan.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, penanganan masalah sampah dapat dilakukan melalui dua aspek, yakni struktural dengan membangun infrastruktur persampahan dan non-struktural seperti mendorong perilaku hidup bersih dan sehat masyarakat.

“Pembangunan infrastruktur pengolahan sampah skala kawasan dinilai efektif untuk volume sampah yang tidak terlalu besar, sehingga pengurangan sampah dapat dilakukan mulai dari sumbernya. Dukungan pemerintah kabupaten atau kota juga diperlukan terutama dalam penyediaan lahan,” Minggu  (27/9/2020).

 

Dari pantuan awak media beritaistana.id pengerjaan Pembangunan zona sanitary landfill baru TPA Ngronggo tersebut tidak sesuai penandatanganan kontrak kerja. Pasalnya proyek tersebut sudah dilaksanakan satu bulan sebelum penetapan pemenang lelang yang terdaftar di LPSE Kota Salatiga pada tanggal 4 september 2020 dan penandatanganan kontrak pada tanggal 18 september 2020. Kalau mulai kerja sebelum ada kontrak / surat perintah kerja (SPK), itu ada indikasi persekongkolan. Karena proses lelang belum selesai sudah tau pemenangnya atau bahkan sudah berani bekerja.

Pembangunan zona sanitary landfill baru TPA Ngronggo dengan anggaran Rp 7.191.242.323.35. yang dikerjakan oleh PT- BUMI MAS PERDANA alamat: jln pahlawan no. 1 parakan temanggung jawa tengah, TPA ini memiliki kapasitas kurang lebih lima hektar untuk melayani sampah rumah tangga penduduk Kota Salatiga sebanyak 195.010 jiwa atau setara dengan 80 ton per hari itu sudah dalam pengondisian lelang oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Kuat dugaan proyek tersebut sudah ada kong kalikong untuk meloloskan salah satu kandidat yang di inginkan untuk pekerjaan tersebut.

Sementara salah satu aktivis jateng Warsito Nusantara Pamungkas (38) saat dikonfirmasi awak media berita istana melalui nomor telepon iya menegaskan. Pembuatan syarat-syarat pelelangan yang jauh dari prinsip pengadaan barang atau jasa sesuai Perpres Nomor 16 tahun 2018 pasal 44 yaitu efisien, efektif, transparan,terbuka, bersaing adil dan akuntabel. Kami menduga dan meyakini bahwa pembuatan kerangka acuan kerja (KAK) dan dokumen pengadaan barang dan jasa ini sudah dilandasi adanya kepentingan pihak tertentu untuk memenangkan badan usaha tertentu.

Bisa terlihat dari PPK ataupun Pokja yang sudah tahu tentang isi dari perusahaan yang akan di menangkan. Maksud dari pemerintah ini untuk meminimalisir persekongkolan yang timbul dan untuk menjaga prinsip pengadaan barang atau jasa sesuai Perpres Nomor 16 tahun 2018 pasal 44 yaitu efisien efektif transparan terbuka bersaing adil dan akuntabel berjalan sesuai pada jalurnya, maka kami tidak segan segan untuk melaporkan kepada penegak hukum, tegasnya.

Lebih lanjut Warsito menjelaskan tentang banyaknya permasalahan seputar pengadaan barang/jasa, khususnya mengenai pelaksanaan kontrak. Salah satunya terjadi karena ketidaktahuan dan kurangnya kompetensi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Penyebabnya, sebagian besar menjadi PPK bukan karena memang pantas menjadi PPK, melainkan karena menduduki jabatan eselon tertentu. Sayangnya, banyak yang lupa, bahwa tanggung jawab PPK di Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 54 Tahun 2010 dan perubahanya amat berat, jelasnya.

Terpisah, Bambang Pramusinta salah satu staf DLH Kota Salatiga, ketika dikonfirmasi BERITAistana.id melalui nomor telepon +62 895-0894-7*** pukul 15:03 WIB iya menampik adanya dugaan tersebut, jawabnya. (Arw)

Editor : Umy

Bersambung…!!! 

Related Articles

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
dgstore
dgstore
1 year ago

sebaiknya sebelum bikin artikel alangkah terlebih dahulu di cari dulu faktanya.. kalau salah jatunya malah fitnah hahaha

Back to top button