BERITAISTANA.ID

KPK Dinilai lambat; HMI Cabang Pekanbaru, Meminta KPK Segera Melakukan Penahanan Terhadap Walikota Dumai

 

PEKANBARU, BERITAistana.co – Sudah satu tahun dua bulan Sejak ditetapkannya Walikota Dumai Zulkifli Adnan Singkah (Zul AS) pada tanggal 19 Mei 2019 sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun, tersangka masih belum ditahan.

Dalam proses penyidikannya, KPK menetapkan Zul AS tersangka pada dua perkara;
Pertama, Zul As diduga memberi uang sebesar Rp 550 juta kepada mantan pegawai di Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan, Yaya Purnomo dan kawan – kawan.
Uang itu untuk memuluskan urusan dana alokasi khusus Kota Dumai dalam APBN Perubahan Tahun 2017 dan APBN 2018.

Kedua, Zul As diduga menerima gratifikasi berupa uang Rp 50 juta dan fasilitas kamar hotel di Jakarta. Gratifikasi tersebut diduga berhubungan dengan jabatan tersangka dan berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya.

Oleh karena perbuatannya Zul As Pada perkara pertama, Zulkifli disangka melanggar pasal 5 ayat (1) huruf atau huruf b atau Pasal 13 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Pada perkara kedua, ia disangka melanggar pasal 12 B atau Pasal 11 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Atas dasar dan fakta inilah Heri Kurnia Selaku ketua umum HMI Cabang Pekanbaru meminta serta mendesak kepada KPK segera menahan dan menetap sebagai Zul As sebagai terdakwa. Karena berkaitan dengan agenda anti korupsi yang kedepan akan dikhawatirkan membuat tersangka terpidana kasus korupsi akan bersemena – mena dan menganggap sepele dan enteng proses penegakan hukum, “terang Heri Kurnia kepada awak media, via WA minggu (26/7/20).

Dan kasus ini, juga menjaga nama baik KPK. Karena menjadi tanda tanya masyarakat atau publik. Kenapa sampai saat ini Zul As masih belum ditahan?. Pada hal kasus serupa serentak ditetapkannya Amril Mukminin, pada hal Amril Mukminin sudah ditahan sejak awal tahun 2020 lalu. Sedangkan Zul As masih bebas berkeliaran. Dikawatirkan hal ini akan menghilangkan ingatan publik tentang kasus korupsi walikota tersebut.

Maka dari pada itu, demi menjaga nama baik KPK dan institusi penegakan Hukum di Indonesia. Maka segera tangkap dan tahan Zul As, “tutup Heri Kurnia ketua umum HMI Cabang Pekanbaru.(Romi)

Related Articles

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Back to top button