BERITAISTANA.ID

Ketua Umum PPWI Minta Polisi Usut Kasus Diskriminasi Wartawan di Aceh Timur 

Ketua Umum PPWI Minta Polisi Usut Kasus Diskriminasi Wartawan di Aceh Timur 

Jakarta, Beritaistana.id – Ketua Umum PPWI Wilson Lalengke menyatakan sangat menyayangkan jika masih ada pihak yang mendiskreditkan wartawan.“Sesama warga bangsa, apalagi sesama suku bangsa, lebih spesifik lagi sesama orang Aceh, seharusnya saling menghargai, saling menghormati, saling menjaga marwah sesama anggota keluarga besar bangsa Aceh; bukan saling membenci, saling dengki, saling memaki dan mencelakakan satu dengan lainnya. Saya sangat prihatin melihat fenomena ini,” kata Wilson melalui pesan WhatsApp-nya, saat mengetahui tentang kasus tersebut. Jumat, (03/10/ 2020).

Terkait pelaporan yang sudah dilakukan oleh Azhar dan kawan-kawan wartawan ke Polres Aceh Timur. Wilson mendesak agar pihak Polres Aceh Timur untuk melakukan tugasnya secara profefsional, tidak terpengaruh oleh hal-hal yang akan mempengaruhi pelaksanaan tugasnya sebagai pengayom dan pelindung masyarakat, sebagai aparat penegak hukum. “Saya meminta dengan hormat agar Polres Aceh Timur yang menerima laporan dari Azhar (wartawan) dapat diproses sesegera mungkin sesuai aturan hukum yang berlaku. Polisi harus bekerja profesional, jangan sampai tergiur dengan bisikan dari oknum kontraktor atau siapapun yang akhirnya kasus ini menguap tanpa penyelesaian hukum yang benar,” sebut Alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 ini, Minggu (4/10).

Sementara Azhar sangat menyayangkan jika pelaporan ini harus ia lakukan. Karena dirinya sebenarnya sudah menerima penyelesaian secara damai yang ditempuh pengurus PPWI Aceh Utara dan Aceh Timur juga pihak LSM serta kawan-kawan wartawan pada, Rabu (30/9/) lalu, walau hanya dengan secarik surat Pernyataan Damai.

Namun mirisnya jalan damai itu gagal, akhirnya Azhar dan kawan-kawan melaporkan Ridwan Ibrahim Kontraktor
ke Polres Aceh Timur pada, Kamis (01/10) atas percobaan tindak pidana penganiyaan dan penghinaan terhadap dirinya yang terjadi didepan umum dihalaman sebuah cafe Desa Tanjong Minjei Kecamatan Madat, Selasa, (29/09/2020)

Pengaduan tersebut dilaporkan ke Unit Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Aceh Timur, sekira pukul 15,00 WIB ikut didampingi sejumlah wartawan yang tergabung dalam PPWI dan Persatuan Wartawan Online (PWO) Aceh.

Polres Aceh Timur telah menerima laporannya dan membuatkan bukti laporan. Hal tersebut dapat dilihat di berkas Laporan Polisi nomor: LP/115/Res.1.18/X/2020/SPKT, tanggal 01 Oktober 2020 tentang tindak pidana pencemaran nama baik dan percobaan penganiyaan yang terjadi pada. Selasa,(29/9/2020) sekira pukul 15,50 WIB, di Desa Tanjong Minjei, Kec Madat Aceh Timur.

“Padahal saya sangat menghargai langkah penyelesaian damai yang di inisiasi pimpinan, pengurus PPWI Aceh dan saran rekan – rekan wartawan serta masukan dari berbagai pihak agar masalah tersebut tidak harus berujung ke Polisi.

“Namun itikat baik saya dan kawan tidak dihargai, malah Ridwan menuntut agar apa yang saya sampaikan di media tentang pelecehan terhadap wartawan itu adalah berita tidak benar, padahal itu saya sendiri yang alami dan mendengarkan langsung.
Setelah saya pertimbangkan dengan matang demi kredibilitas saya dan harga diri profesi wartawan, maka masalah ini saya laporkan ke penegak hukum. Nanti pengadilan yang akan membuktikan benar apa tidak”, ujarnya.

Sementara Ketua PWO Aceh Hendrik Saputra menjelaskan, “Sebagai wadah asosiasi wartawan kita akan terus mengikuti perkembangan kasus ini, kita sudah siap mendampingi dan kuasa hukum juga sudah kita siapkan. Tapi kita lihat dulu perkembangan nya dan kita juga akan membahas secara internal langkah-langkah apa yang harus kita sikapi” tutur Hendrik.

Selain itu, Zulkarnaini sekretaris DPC PPWI Aceh Utara juga membenarkan bahwa hasil upaya damai antara Ridwan Ibrahim (Iwan) dan Azhar yang telah ditempuh gagal.
(3) dikarenakan oknum kontraktor itu tidak bersedia menanda- tangani surat pernyataan yang telah dibuat pihaknya. Alasan Iwan tidak ingin menanda- tangani perjanjian damai ini adalah karena satu tuntutan Iwan tidak dimasukkan ke dalam point surat Pernyataan Damai tersebut.

“Iya kita sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mendamaikan keduanya secara kekeluargaan, kita sudah melakukan pendekatan dari hati ke hati, sebaiknya persoalan ini jangan terus berlanjut dan bisa diselesaikan secara kekeluargaan, namun satu pihak tidak mau karena tidak bisa kami tambahkan satu point lagi,” tutup Zulkarnaini.

Referensi:

(1) Oknum Kontraktor Rumah Duafa Diduga Lecehkan Wartawan https://sumaterapost.co/oknum-kontraktor-rumah-duafa-diduga-lecehkan-wartawan/

(2) Usai Lecehkan Wartawan, Oknum Kontaraktor : Lapor Saja Kemana Kau Suka https://sumaterapost.co/usai-lecehkan-wartawan-oknum-kontaraktor-lapor-saja-kemana-kau-suka/

(3) Oknum Kontraktor Aceh Timur Kembali Serang Wartawan Secara Bar Bar https://sumaterapost.co/oknum-kontraktor-aceh-timur-kembali-serang-wartawan-secara-bar-bar/

(4) Upaya Damai Perselisihan Kontraktor dan Wartawan Gagal Terwujud https://sumaterapost.co/upaya-damai-perselisihan-kontraktor-dan-wartawan-gagal-terwujud/.

Related Articles

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Back to top button