BERITAISTANA.IDGilorejo baru

Cerai Goib Marak di Sragen, Suami Tipe 'Bang Toyib' Bisa Digugat Cerai Istri

Cerai Goib Marak di Sragen, Suami Tipe ‘Bang Toyib’ Bisa Digugat Cerai Istri

Oleh Warsito Nusantoro Pamungkas  10 Agustus 2020

SRAGEN, – Tenang ini bukan cerita mistis di Jawa Tengah. Cerai gaib adalah perceraian ketika sang tergugat cerai tidak diketahui keberadaannya. Bagus lah. Perempuan manapun tidak layak dapat lelaki jenis Bang Toyib.

Ternyata ada mekanisme ampuh untuk membantu meredakan duka istri Bang Toyib setelah ditinggal suaminya tiga kali puasa tiga kali lebaran: lewat perceraian gaib. Di Kabupaten Sragen , Jawa Tengah banyak istri menggunakan jalan ini untuk menggugat pasangannya yang enggak pulang-pulang.

Dari data Pengadilan Agama (PA)
Sragen, Kasus perceraian di Sragen tertinggi dibanding kota/kabupaten di eks Karesidenan Surakarta. Saat ini, 2.000 kasus perceraian masuk ke Pengadilan Agama Kelas 1A Sragen. Faktor ekonomi menjadi sebagian besar alasan perceraian belakangan sering dihiasi oleh kasus perceraian gaib..

Berdasarkan data dari Pengadilan Agama (PA) Sragen, selama Januari-Oktober, terdapat 1.426 cerai gugat, atau permohonan atas permintaan dari pihak perempuan. Sedangkan cerai talak kurang dari setengahnya, yakni 639 permohonan. Jadi berkas perceraian selama 10 bulan terakhir 2.065 kasus.

Dari tujuh kabupaten/kota, Sragen tertinggi dalam kasus perceraian, sementara Solo menjadi yang terendah. Jika dirata-rata setiap hari selama 2019 ini, ada enam sampai tujuh pasangan warga Sragen bercerai.

“Jadi, bisa pantau jadwal sidang dari rumah melalui handphone melalui aplikasi Sianida Online. Kendalanya (menggunakan aplikasi ini masih di) jaringan internet. Ini masih terus dikembangkan,”.

Gugatan cerai gaib sendiri didasarkan pada UU 7/1989 tentang Peradilan Agama Pasal 73, yang berbunyi:

“G__ugatan perceraian diajukan oleh istri atau kuasanya kepada pengadilan yang daerah hukumnya meliputi tempat kediaman penggugat, kecuali apabila penggugat dengan sengaja meninggalkan tempat kediaman bersama tanpa izin tergugat.”

Isi pasal ini didukung juga oleh PP 9/1975 tentang Pelaksanaan UU No. 1/1974 tentang Perkawinan Pasal 20 ayat (2) yang kurang lebih isinya sama.

Meski keberadaan tergugat tidak diketahui rimbanya, menurut PP 9/1975, pengadilan tetap diharuskan berusaha memanggil tergugat untuk datang lewat surat gugatan. Jadi, kalau alamat tergugat tidak jelas, PA wajib menempelkan surat gugatan pada papan pengumuman di pengadilan sembari menyiarkannya melalui beberapa surat kabar yang sudah ditetapkan. Apabila dengan begini tergugat belum juga hadir di persidangan, sidang boleh dilanjutkan tanpa hadirnya tergugat.

Pada 2007 silam, kasus unik terjadi di sidang perceraian PA Jakarta Pusat. Dadang Djulididjaja, pria 50 tahun, digugat cerai gaib oleh istrinya. Lantaran enggak ada informasi pasti di mana Dadang tinggal, PA memutuskan untuk memanfaatkan situs resmi Badan Peradilan Agama RI dan mengunggah dokumen gugatan ke internet.

Pemanfaatan teknologi sih boleh-boleh saja, tapi itu kan masih 2007. Emang ada yang mau repot-repot ke warnet buat liat website perceraian??😀😀 (Sito)

Related Articles

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Back to top button