Berita

Team Gabungan Lakukan Operasi Yustisi, Warga Kecewa Sosialisasi Perbub 31 Tahun 2020 Tidak Maksimal

Team Gabungan Lakukan Operasi Yustisi, Warga Kecewa Sosialisasi Perbub 31 Tahun 2020 Tidak Maksimal.

Rabu, 16 Sept 2020 | Penulis : Binardon

BERITAistana.id Padang Lawas.-
Dalam rangka penerapan Protokol Kesehatan (Prokes) di Kabupaten Padang Lawas (Palas), team gabungan dari Polres Palas, Anggota Koramil 08 Barumun, Utusan Dinas Kesehatan dan Anggota Satpol PP lakukan Operasi Yustisi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Sibuhuan Riau Depan SPBU Simpang Jalur dua Barumun, Rabu, 16 September 2020.

Kapolres Padang Lawas AKBP Jarot YA. SIK melalui KBO Sat Narkoba IPDA A. Bani S. SH selaku pimpinan operasi menjelaskan bahwa dalam kegiatan Operasi
Yustisi Serentak ini, dilakukan Pembagian Masker dan Pembagian Brosur Himbauan dalam rangka Penanggulangan Covid 19 sesuai Prokes.

Dikatakannya, dalam brosur himbauan tersebut telah tertuang Peraturan Bupati (Perbup) nomor 31 tahun 2020 tentang Penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan sebagai upaya pengendalian Corona Virus Diseaces 19 (Covid 19).

Dalam Operasi ini melibatkan Polri, TNI, Satpol PP dan Satgas Gugus dari Dinas Kesehatan telah melakukan teguran lisan kepada 100 Orang dan teguran tertulis sebanyak 100 lembar serta pembagian 150 masker kepada warga masyarakat yang sedang melintas tanpa mematuhi protokol kesehatan.

Dan untuk penegakan hukum bagi yang melanggar Perbup nomor 31 tahun 2020 Setelah pelaksanaan sosialisasi dan himbauan ini, akan ada team khusus yang akan melakukan razia sekaligus akan memberlakukan sanksi, dimana dalam penerapan sanksi bagi para pelaku usaha atau masyarakat yang tetap membandel tidak mengindahkan peraturan, akan dikenakan denda Rp. 5.000,- sampai Rp. 150.000.- jelas A. Bani.

“Sementara itu, salah satu Warga Desa Tanobato Ahmad yang ikut terjaring operasi yustisi ketika di konfirmasi BERITAistana di lokasi menjelaskan, ” saya sangat mendukung tujuan pemerintah dalam rangka pelaksanaan penerapan protokol kesehatan ini.

Hanya saja, pelaksanaan sosialisasinya masih kurang maksimal, sehingga bagi kami warga Desa yang tinggal di perkampungan belum mengetahui adanya peraturan yang di keluarkan Bupati terkait protokol kesehatan, sehingga saya merasa terjebak.

Lebih lanjut dikatakannya, harapan kami warga Desa agar kiranya pelaksanaan sosialisasinya benar benar di laksanakan hingga ke Desa desa, pihak Kecamatan juga Kepala Desa bisa mengumumkannya melalui “Alat Pengeras Suara” sehingga seluruh masyarakat bisa mendengar dan mengetahui kalau kalau peraturan Bupati telah di terapkan, jelas Ahmad.(Bonardon)

Related Articles

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Back to top button