BeritaBERITAISTANA.ID

Tanda Tangan LPJ Bantuan Kabupaten Tahap Dua Desa Sudo Rembang Diduga Dipalsukan

REMBANG, – Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Bantuan Kabupaten (BanKab) tahap dua tahun anggaran 2019 Desa Sudo Kecamatan Sulang Kabupaten Rembang diduga bertanda tangan palsu.Sabtu (4/7/2020).

Dugaan tanda tangan palsu pada LPJ tersebut diperkuat atas pengakuan mantan Kepala Desa/Petinggi Desa Sudo yakni Saudara Waji.

Langsung kepada Jurnalis beritaistana.id dengan gamblang Waji menyampaikan bahwa ia tidak merasa menandatangani LPJ Bankab tahap dua tersebut.

Entah bagaimana hal itu bisa terjadi, Waji juga mengaku tidak diajak musyarawah sebelumnya jika akan ada penandatanganan LPJ tersebut. Tahu-tahu sudah ada tanda tangan di LPJ yang terterang namanya.

Diketahui, LPJ Bankap tahap dua itu merupakan laporan kegiatan pekerjaan umum dan penataan ruang yakni pengaspalan jalan RW 04 Desa Sudo dengan nilai Rp.50.000.000,- (Lima Puluh Juta Rupiah).

Dari pengakuan Waji, ada oknum perangkat Desa yang memalsukan / sken tanda tangannya.

Waji mengatakan ia sudah melakukan koordinasi kepada Suharyono selaku Sekretaris Desa Sudo. Namun upaya koordinasi yang dilakukan Waji mempunyai maksud untuk memastikan agar tanda tangannya tidak disalahgunakan.

Jalan menuju desa sudo kacamatan sulang kabupaten rembang jateng di sekitar bumi perkemahan

 

Waji juga sudah meminta kepada Sekdes untuk menyiapkan beberapa salinan dokumen LPJ tahun 2019 untuk dilakukan pengceckan, Waji beralasan hal itu dilakukannya untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dikemudian hari.

Lebih lanjut Waji menguraikan, Waji juga meminta salinan LPJ Dana Desa tahap dua dan tahap tiga, karena pada tahap Dua dan Tiga disinyalir juga ada indikasi tanda tangan palsu.

Mengenai tanda tangan yang diduga dipalsukan, Waji sudah menanyakan kepada Sekdes Suharyono, tetapi Sekdes Suharyono tidak bisa menjawab siapa yang telah memalsukan tanda tangan itu.

“Saya bertanya kepada Sekdes Suharyono, siapa yang memalsukan tanda tangan saya. Tetapi Suharyono tidak bisa menjawab. Saya punya hak menanyakan soal itu, karena saya merasa tidak menandatangani. Saya ingin dalam hal ini bisa gamblang, saya tidak ingin kalau nanti terjadi masalah”. Papar Waji kepada wartawan sembari menunjukan bukti salinan LPJ Bankab.

Salah satu warga setempat, Yanto(37) mengatakan warga belum mengetahui permasalah ini, ia kaget, karena sampai saat ini belum ada berita yang mencuat dikalangan masyarakat.
“Kami baru mendengar soal perkara ini, selama ini masih diam-diam saja. Jika benar ada sebuah tanda tangan palsu pada LPJ tersebut, kami sebagai warga tentu kecewa. Harusnya segala sesuatu melalui mekanismen musywarah, agar tidak terjadi masalah dibelakangnya,”. Ujarnya.

Disisi lain Sugiyanto selaku Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lidik Krimsus RI dan rekan akan melaporkan dengan adanya dugaan pemalsuan tanda tangan tersebut.

Lebih lanjut Sugiyanto menjelaskan “Barangsiapa membuat surat palsu atau memalsukan surat, yang dapat menerbitkan sesuatu hak, sesuatu perjanjian (kewajiban) atau sesuatu pembebasan utang, atau yang boleh dipergunakan sebagai keterangan bagi sesuatu perbuatan, dengan maksud akan menggunakan atau menyuruh orang lain menggunakan surat-surat itu seolah-olah surat itu asli dan tidak dipalsukan, maka kalau mempergunakannya dapat mendatangkan sesuatu kerugian dihukum karena pemalsuan surat, dengan hukuman penjara selama-lamanya enam tahun, pungkasnya. (SG)

Editor : Umy

Related Articles

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Back to top button